Sabtu, 20 Oktober 2012 0 komentar

TEORI KEPEMIMPINAN



Cukup mudah mencari dan menemukan pula memahami teori kepemimpinankarena teori semacam ini sudah hampir setua umur manusia, atau setidaknya setua ilmu mengenai kepemimpinan (leadership). Satu hal yang menjadiconcern dari kepemimpinan adalah sifatnya yang harus lebih cair lebih fluid, menerima garis besar keyakinan masyarakat yang telah ada.
 Oleh karenanya, orang sulit sekali mencari teori genuine tentang memimpin. Biasanya, teori semacam itu sudah tersedia di masyarakat dan para ahli sosial hanya sibuk mendefiniskan teori kepemimpinan dari bahan baku yang telah tersedia di masyarakat.
Entah dalam bentuk langkah pragmatis seorang pemimpin sukses yang diresumekan atau diambil dari resep biografi para tokoh besar yang juga sukses memimpin. Dalam hal ini, teori kepemimpinan tersedia banyak di masyarakat dan menyesuaikan diri dengan keinginan masyarakatnya. Berikut ini beberapa teori kepemimpinan.

1.      Situasional Approach (Pendekatan Situasional)
Situasional Approach sering diartikan oleh para profesional sebagai manajemen yang merdasarkan situasi.  Situasional Approach berfokus pada dua situasi yang dimiliki oleh para pengikut dari seorang pemimpin, yaitu:
a.       Kompetensi
Kompetensi dapat berarti banyak hal meliputu kemampuan dari para pengikut, pemahamannya, kepandaiannya, serta kemandiriannya. Seorang pengikut dianggap memiliki kompetensi yang tinggi apabila ia dapat menyelesaikan tugas yang diberikan sesuai dengan ekspektasi pemimpin.
b.      Komitmen
Komitmen dari pengikut adalah hal berikutnya setelah kompetensi. Seorang pengikut dianggap memiliki komitmen yang tinggi apabila memiliki daya juang yang kuat untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.
2.      Contingency Theory (Teori Kontigensi)
Teori ini diterjemahkan menjadi Teori Kontingensi. Teori ini setipe dengan Pendekatan Situasonal dan sering disebut sebagai “leader-mach” (penyesuaian dengan pemimpin). Teori ini difokuskan pada gaya kepemimpinan dan situasi yang menjadi kerangka kerjanya. Gaya kepemimpinan pada kontigensi mengacu pada dua motivasi, yaitu:
a.       Task Motivation (Motivasi yang mengacu pada tugas)
Pemimpin fokus pada tugas dan hasil yang dicapainya.
b.      Relationship Motivation (Motivasi yang mengacu pada relasi)
Pemimpin fokus pada usaha untuk membangun relasi dengan pengikut-pengikutnya.
3.      Path-Goal Theory (Teori Saran-Tujuan)
Teori ini memberikan pilihan gaya kepemimpinan terbaik yang dibutuhkan oleh para pemimpin untuk memimpin bawahan dan pekerjaannya. Teori ini mirip dengan Pendekatan Situasional dan Teori Kontingensi, meskipun ketiganya memiliki perbedaan masing-masing. Ada beberapa pendekatan gaya di dalam Teori Sarana-Tujuan, yaitu:
a.        Directive Leadership (Gaya Direktif)
Gaya ini diberlakukan pada situasi di mana pengikut bersifat turut dan patuh, di mana tugas-tugas terasa membingungkan dan aturan organisasi dan prosedur juga tidak jelas bagi mereka. Pemimpin memberikan intruksi yang jelas tentang tugasnya, serta apa yang diharapkan untuk dikerjakan oleh pengikut.
b.      Supportive Leadership (Gaya Suportif)
Pemimpin menerapkan gaya kepemimpinan yang bersahabat dan merangkul. Pemimpin menganggap pengikut sebagai pribadi yang setara dan dihargai sebagai rekan kerja.
c.       Participative Leadership (Gaya Partisipatif)
Gaya ini diterapkan pada situasi di mana terdapat sebuah tugas yang membingungkan. Pemimpin mengajak pengikut untuk memberikan partisipasi, ide dan opini tentang bagaimana menggunakan sarana untuk mencapai tujuan.
d.      Achievement-Oriented Leadership (kepemimpinan yang berorientasi pada hasil)
Pada gaya kepemimpinan ini, pemimpin memberi tantangan kepada pengikut dengan standar pekerjaan yang tinggi, serta melakukan perbaikan terus menerus (continous improvement).
Teori Kepemimpinan Herbert Kelman dan Pengaruh Pemimpin
Dalam teori kepemimpinan dari Herbert C. Kelman, pengaruh kepemimpinan kita kepada orang lain dapat berupa tiga hal, yaitu:
Internalisasi
Internalisasi terjadi bila orang menerima pengaruh karena perilaku yang dianjurkan itu sesuai dengan sistem nilai yang dimilikinya. Dalam teori kepeminpinan ini disebutkan bahwa kita menerima gagasan, pikiran, atau anjuran orang lain karena gagasan, pikiran, atau anjuran orang lain itu berguna untuk memecahkan masalah, penting dalam menunjukkan arah, atau dituntut oleh sistem nilai kita.
Internalisasi terjadi ketika kita menerima anjuran orang lain atas dasar rasional. Misalnya, kita berhenti merokok karena kita ingin memelihara kesehatan kita karena merokok tidak sesuai nilai-nilai yang kita anut. Dimensi ethos yang paling relevan dalam hal ini adalah kredibilitas, yaitu keahlian pemimpin atau kepercayaan kita pada pemimpin.
Identifikasi
Identifikasiterjadi bila individu mengambil perilaku yang berasal dari orang atau kelompok lain karena perilaku itu berkaitan dengan hubungan yang mendefinisikan diri secara memuaskan (satisfying self-defining relationship) dengan orang atau kelompok itu. Hubungan yang mendefinisikan diri artinya memperjelas konsep diri. Dalam identifikasi, individu mendefinisikan perannya sesuai dengan peranan orang lain. 
Dengan perkataan lain, ia berusaha seperti atau benar-benar menjadi orang lain. Dengan mengatakan apa yang ia katakan, melakukan apa yang ia akukan, mempercayai apa yang ia percayai, individu mendefinisikan dirinya sesuai dengan orang yang mempengaruhinya. Identifikasi terjadi ketika anak berperilaku mencontoh ayahnya, murid meniru tindak tanduk gurunya, atau penggemar bertingkah dan berpakaian seperti bintang yang dikaguminya. Dimensi ethos yang paling relevan dengan identifikasi ialah atraksi (daya tarik pemimpin). 
Ketundukan
Ketundukan terjadi bila individu menerima pengaruh dari orang atau kelompok lain karena ia berharap memperoleh reaksi yang menyenangkan dari orang atau kelompok lain tersebut. Ia ingin memperoleh ganjaran atau menghindari hukuman dari pihak yang mempengaruhinya. Dalam ketundukan, orang menerima perilaku yang dianjurkan bukan karena mempercayainya, tapi karena perilaku tersebut membantunya untuk menghasilkan efek sosial yang memuaskan.
Bawahan yang mengikuti perintah atasannya karena takut dipecat, pegawai negeri yang masuk parpol tertentu karena kuatir diberhentikan, petani yang menanam sawahnya karena ancaman pamong desa adalah contoh-contoh ketundukan. Dimensi ethos yang berkaitan dengan ketundukan ialah kekuasaan. 
Teori Kepemimpinan Kendra Cherry
Kendra Cherry adalah seorang edukator dan penulis psikologi, berhasil mengumpulan beberapa teori kepemimpinan, di antara sebagai berikut.
Teori Kepemimpinan  “The Great Man"
Teori-teori kepemimpinan si orang besar yang menganggap bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang inheren- bahwa pemimpin hebat itu dilahirkan, bukan dibuat. Teori-teori ini sering menggambarkan pemimpin besar sebagai manusia yang heroik, mistis, dan ditakdirkan untuk naik ke kepemimpinan bila diperlukan. "Manusia Besar" adalah istilah yang digunakan karena pada saat itu, kepemimpinan dianggap yang paling utama. Thomas Carylie dan Herbert Spencer pada abad 18 yang memperkenalkan teori ini.
Teori Kepemimpinan Trait
Serupa dalam beberapa penjelasan dengan teori "Manusia Besar", teori kepemimpinan ini berasumsi bahwa orang mewarisi sifat-sifat tertentu dan sifat-sifat yang kelak akan membuat mereka lebih cocok untuk memimpin. Teori Trait sering mengidentifikasi kepribadian tertentu atau karakteristik perilaku yang mengarahkan pada kecakapan.
Ralph Kiem menjelaskan bahwa Edwin Ghiselli sebagai orang yang memperkenalkan teori ini, menemukan adanya ciri-ciri khusus dan fitur tertentu pada orang perorang yang berkaitan dengan kecakapan memimpin, dan model kepemimpinan bisa di asah lebih lanjut. 
Teori Kepemimpinan Kontingensi
Teori kepemimpinan ini berfokus pada variabel tertentu yang berkaitan dengan lingkungan yang mungkin menentukan gaya kepemimpinan seseorang sehingga seorang pemimpin lentur dan fleksibel mengambil semua daya yang tengah tersedia padanya. Menurut teori kontingensi, tidak ada gaya kepemimpinan yang terbaik dalam segala situasi.
Sukses memimpin bergantung pada sejumlah variabel, termasuk gaya kepemimpinan, kualitas dari pengikut dan aspek sumber daya. Robert Lussier menjelaskan teori ini begitu sering dipakai pada kepemimpinan perusahaan di era tahun 60-an.
Teori Kepemimpinan Situasional
Teori Situasional mengusulkan bahwa pemimpin memilih tindakan yang terbaik berdasarkan variabel situasional. Gaya kepemimpinan yang berbeda, bisa disadur dari berbagai macam teori, yang baginya lebih tepat untuk beberapa jenis pengambilan keputusan.
Teori Kepemimpinan Perilaku
Teori perilaku didasarkan pada keyakinan bahwa pemimpin besar itu dibuat, bukan dilahirkan. Berakar pada behaviorisme Watson, teori kepemimpinan ini berfokus pada tindakan pemimpin bukan pada kualitas mental atau internal. Menurut teori ini, orang bisa belajar untuk menjadi pemimpin melalui pengajaran dan observasi yang cermat lalu memutuskan langkah dari sistem yang tersedia padanya, bagai arahan flowchart.
Teori Kepemimpinan Partisipatif
Teori kepemimpinan partisipatif menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang ideal adalah yang mengambil masukan dari orang lain ke account pengambilan keputusan. Para pemimpin mendorong semua partisipasi dan kontribusi dari para anggota kelompok yang available, dan lantas membantu anggota kelompok terlibat dan berkomitmen terhadap proses pengambilan keputusan.
Dalam teori partisipatif, bagaimanapun pemimpin utama tetap memiliki hak untuk memutuskan segala masukan dari orang lain itu. Teori ini sudah setua umur demokrasi.
Teori Kepemimpinan Manajerial
Teori manajemen juga dikenal sebagai teori transaksional, fokus pada peran pengawasan kinerja, organisasi, dan kelompok. Ini juga mendasarkan teori kepemimpinan pada sistem imbalan dan hukuman. Teori manajerial yang sering digunakan dalam bisnis ketika karyawan yang sukses, mereka dihargai, ketika mereka gagal, mereka ditegur atau dihukum. 
Teori Kepemimpinan Relationship
Teori hubungan juga dikenal sebagai teori transformasi, berfokus pada hubungan yang terbentuk antara pemimpin dan pengikutnya. Pemimpin transformasional memotivasi dan menginspirasi orang dengan membantu anggota kelompok melihat pentingnya suatu tugas. Para pemimpin ini memfokuskan pada evaluasi kinerja anggota kelompok. Pemimpin dengan gaya ini sering sekali memiliki standar etika dan moral yang tinggi.
Teori kepemimpinan merupakan bagian paling esensial dalam kepemimpinan efektif. Terdapat beberapa teori kepemimpinan sebagaimana yang telah mengalami pergeseran makna. Ada beberapa ‘kekuatan’ pemimpin dalam teori kepemimpinan yang didegradasi maknanya oleh abad konsumsi.
Seorang pemimpin, yang di masa lalu diwakili oleh mereka yang kharismatik dan menampakkan sisi pemimpin, muncul ke tengah orang banyak karena berani membawa aspirasi orang banyak. Maka pada abad konsumsi, diyakini bahwa kepemimpinan lebih banyak lahir dari pesanan pemirsanya, diseleksi berdasarkan rating kecakapan dan citra diri (Baxter, 2004:85).


sumberhttp://www.anneahira.com/teori-kepemimpinan.htm
»»  Readmore.
Selasa, 14 Februari 2012 0 komentar

Hukum Membangun Masjid dengan Uang Korupsi

Shodiq Ramadhan | Senin, 26 Desember 2011 | 19:42:36 WIB | Hits: 149 | 1 Komentar
Diasuh oleh:
Ust. Muhammad Muafa, M.Pd
Pengasuh Pondok Pesantren IRTAQI, Malang, Jatim


Pertanyaan:Assalamualalaikum wr.wb. Ustadz bagaimana hukum membangun masjid (musholla) tetapi uangnya dari hasil korupsi? Terus apakah sholat (ibadah) kita diterima Allah SWT jika kita melakukannya di masjid (musholla) tsb? Terima kasih. Wassalam

Muntaha, Jakarta, HP. +628963603xxxx

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tidak diragukan lagi bahwa orang yang berniat beramal shalih dengan membangun masjid memakai harta korupsi, maka amalannya itu tidak diterima Allah. Harta korupsi adalah harta yang haram, beramal shalih dengan harta haram berarti mempersembahkan harta yang tidak baik kepada Allah, padahal Allah adalah Dzat yang baik dan hanya menerima yang baik (halal) saja.

»»  Readmore.
Kamis, 02 Februari 2012 1 komentar

Nih, yG mo Ngupdate smAdav v.8.9 pro

instal smadav 8.9nya dulu 
ne link-nya... donlot disini ya!!

kllo udah ierinstal n ke-blaklist, ne cara ngilangin blacklist n jadikan pronya..

1.Pastikan Smadav di komputer Anda tidak aktif(Klik kanan pada ikon Smadav di System tray dan klik Exit).

2.Lalu hapus file "PIRΔSYS.DLL" yang ada di "C:\Windows\System32\PIRΔSYS.DLL" Jika sudah tidak ada, lanjut ke langkah ke-3)
»»  Readmore.
 
;